Senin, 03 Februari 2014
0 komentar

Banjir Mulai Surut, Pengungsi Kampung Pulo Bersihkan Rumah

14.46



JAKARTA, KOMPAS.com - Warga korban banjir Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur mulai menengok rumah mereka. Wakil Camat Jatinegara Manson Sinaga mengatakan, banjir di permukiman warga mulai surut.

Sebagian warga meninjau rumahnya untuk membersihkan endapan lumpur. "Sebagian sudah ada yang bersih-bersih rumah dari endapan lumpur. Walau mereka belum bisa kembali untuk tinggal dan beraktivitas sebagaimana biasa," kata Manson, Sabtu (1/2/2014). 

Dia berharap hujan tidak turun lagi dan tidak ada lagi kiriman air dari Katulampa supaya para pengungsi bisa berangsur kembali ke rumah mereka dalam satu atau dua hari ke depan. 

Manson menambahkan, air dengan ketinggian 30 sampai 150 sentimeter masih menggenangi RW 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07 Kelurahan Kampung Melayu. Warga sekitar 3203 jiwa masih mengungsi di Suku Dinas Kesehatan, Masjid At Tawabin, RS Hermina, Jalan Jatinegara Barat, Bekas Bengkel Trimatra, Madrasah Bantul Khoir dan GPIB Koinonia.

Sedangkan sebagian warga memilih untuk mengungsi di GOR Otista Bidara Cina. Tercatat sebanyak 512 warga pengungsi berasal dari Kelurahan Kampung Melayu dan 2146 berasal dari Kelurahan Bidara Cina.
Kritik
        Banjir Jakarta, fenomena macam ini sudah mendarah daging bagi rakyat jakarta, bahkan banjir sudah berlangsung sejak zaman reformasi saat Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan khususya di daerah jabodetabek, menurut saya banjir di jakarta tak akan terselesaikan sampai kapitalisme hengkang dari Indonesia, mengapa?
Pertama, semakin menipisnya daerah resapan air Jakarta, yaitu Bogor. Semakin bertambahnya pembangunan villa dan penginapan di kawasan puncak menjadi penyebab utama banjir di Jakarta karena semakin banyak hutan yang di jarah. Ini bukan satu-satunya penyebab, tata kota yang buruk juga menjadi penyebabnya, daerah bantaran kali ciliwung yang sejatinya digunakan untuk saluran air kota malah dijadikan pemukiman, dan DAM air disekitar sana beralih menjadi TPS.
            Mengapa semua ini diakibatkan kapitalisme?   Karena kapitalisme lah yang menyebabkan para pemilik modal berlomba-lomba membangun villa di daerah resapan air, untuk mengejar keuntungan pribadi menomor duakan kepentingan umat.
            Hanya islamlah yang pantas sebagai solusi dari permasalahan Jakarta, karena islam menghasilkan para pemimpin yang selain berkaliber sebagai pengayom umat juga keterikatan dengan syara yang kuat, sehingga jika terjadi penyelewengan yang dilakukan akan segera teratasi degan sistem uqubat yang kuat. Dan islam juga membuat benteng iman pada setiap masyarakatnya, sehingga mencegah terjadinya penyalah gunaan fasilitas umum.
Karya : Ahmad Thoriq izzuddin & Muhammad Akmal Adardha.
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer
Top